Prabowo Subianto Ternyata Punya Empat Bintang Tanda Kehormatan Militer Utama, Ini Deretannya

Penganugerahan pangkat istimewa TNI untuk Prabowo Subianto yang diberikan Presiden RI Joko Widodo menuai polemik.

Muncul pro kontra diantara masyarakat.

Namun, penganugerahan pangkat istimewa TNI ini ternyata sah-sah saja dilakukan.

Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menjelaskan bahwa penganugerahan pangkat istimewa TNI untuk Prabowo Subianto sesuai dengan UU yang berlaku saat ini, yaitu UU No. 20 tahun 2009 dan bahkan semestinya sudah diberikan dua tahun yang lalu.

Khairul mengatakan bahwa pada UU itu terdapat istilah pengangkatan atau kenaikan pangkat istimewa.

Meski demikian, beberapa pemberitaan keliru menyebutkan pengangkatan atau kenaikan pangkat istimewa itu sebagai “kenaikan pangkat kehormatan.”

“Kenaikan pangkat istimewa atau pengangkatan pangkat istimewa itu adalah hak yang menyertai pemberian bintang jasa oleh negara. Seperti kita ketahui, Prabowo adalah pemegang empat tanda kehormatan bintang militer utama,” kata Khairul kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/2/2024), dikutip dari Tribunnews.com.

“Jadi kalau media menyebutnya sebagai kenaikan pangkat kehormatan atau pemberian pangkat kehormatan, itu narasi yang tidak tepat. Itu adalah penganugerahan pangkat istimewa sebagai jenderal bintang 4 atau jenderal penuh,” terangnya.

Khairul bahkan menjelasnkan, bahwa Prabowo Subianto ini ternyata memiliki empat bintang kehormatan militer utama.

Adapun empat bintang kehormatan itu yaknu Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka PaksiUtama, Bintang Jalasena Utama, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama.

“Penganugerahan empat tanda kehormatan bintang militer utama pada Prabowo ini sudah cukup sebagai dasar pemberian pangkat istimewa kepada beliau, sesuai ketentuan UU No. 20 tahun 2009,” jelasnya.

Ia melanjutkan, penganugerahan pangkat istimewa TNI untuk Prabowo ini tidak memiliki alasan untuk disebut sebagai hal yang tidak layak atau tidak patut, dengan mengacu pada UU No. 20 tahun 2009 tentang penganugerahan gelar dan tanda kehormatan.

Bahkan, menurut Khairul, jika mengacu pada penganugerahan tanda kehormatan bintang militer utama Prabowo yang dilakukan pada 2022, semestinya penganugerahan pangkat istimewa ini sudah bisa dilakukan pada tahun itu juga.

Adapun menurutnya, sebenarnya tanpa pangkat istimewa ini Prabowo akan menjadi panglima tertinggi dengan posisinya nanti sebagai presiden.

“Namun, dengan latar belakang militer, sebenarnya patut dan wajar saja Prabowo menyandang pangkat bintang 4 supaya sebagai panglima tertinggi TNI itu paripurna. Apalagi berdasarkan ketentuan perundangan, saat ini Prabowo memiliki hak dan sudah memenuhi syarat untuk mendapatkannya mengingat jasa dan pengorbanannya untuk TNI negara dan rakyat,” kata dia.

Bintang Yudha Dharma Utama adalah kelas tertinggi dari tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia untuk menghormati jasa dharmabakti seseorang yang melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengembangan serta menghasilkan karya yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara.

Bintang ini terdiri dari kalung, patra, dan miniatur yang berbentuk bintang bersudut lima dengan lingkaran di tengahnya yang melambangkan padi dan kapas. Pita kalung dan miniatur berwarna putih perak dengan lajur hijau, kuning, dan merah

Bintang Kartika Eka Paksi Utama adalah penghargaan yang diberikan kepada anggota korps di bidang militer TNI Angkatan Darat yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan, dan jasa-jasanya yang luar biasa melebihi panggilan kewajiban tanpa merugikan tugas pokok.

Bintang Jalasena Utama adalah kelas pertama dari Bintang Jalasena, sebuah tanda kehormatan yang diberikan oleh Presiden Indonesia kepada mereka yang berjasa besar dalam bidang kemaritiman dan pertahanan laut.

Bintang ini terdiri dari kalung, patra, dan miniatur yang berbentuk bintang bersudut delapan dengan lambang Angkatan Laut di tengahnya.

Pita kalung dan miniatur berwarna biru laut dengan lajur merah dan putih

Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama adalah tanda kehormatan tertinggi yang diberikan oleh Presiden Indonesia kepada mereka yang berjasa besar dalam bidang kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Udara.

Bintang ini terdiri dari kalung, patra, dan miniatur yang berbentuk bintang bersudut 17 dengan lambang TNI Angkatan Udara di tengahnya.

Pita kalung dan miniatur berwarna biru muda dengan lajur merah dan putih

Juru bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Dahnil Anzar Simanjuntak membeberkan alasan Prabowo Subianto menerima tanda jenderal kehormatan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Rencananya, pangkat kehormatan tersebut akan diberikan Jokowi kepada Prabowo dalam rangkaian acara Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (28/2/2024) besok.

Ia mengungkapkan, pemberian pangkat kepada Prabowo didasarkan pada dedikasi dan kontribusi Prabowo Subianto di dunia militer dan pertahanan.

“Oleh sebab itu Pak Prabowo diputuskan diusulkan oleh Mabes TNI kepada presiden untuk diberikan Jenderal penuh dan InsyaAllah besok Pak Prabowo akan menerima tanda kehormatan kenaikan pangkat istimewa tersebut di Mabes TNI,” kata Dahnil saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (27/2).

Secara rinci Dahnil menuturkan, hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 tentang gelar tanda jasa dan tanda kehormatan.

“Hal yang sama pernah diperoleh oleh Jenderal SBY, kemudian Pak Luhut, Pak Hendropriyono dan beberapa tokoh lain,” ujarnya.

Ia memastikan, Prabowo Subianto akan menghadiri langsung kegiatan penyematan tanda kehormatan tersebut.

“Benar, besok Pak Prabowo akan hadir dirapim TNI dan Rencananya akan menerima Keppres dari Presiden terkait dengan tanda kehormatan berupa kenaikan pangkat secara istimewa menjadi Jenderal TNI,” jelas Dahnil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*