OJK Beri Edukasi Keuangan ke Pelaku UMKM Wanita di Ciamis

OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi pelaku usaha kecil, dan ibu rumah tangga dari wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan perempuan pelaku UMKM, terutama pelaku usaha kecil dan ibu rumah tangga yang merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan edukasi keuangan bagi ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai produk dan jasa keuangan sehingga bermanfaat meningkatkan kesejahteraan.

“Perempuan adalah kelompok utama yang harus diperhatikan, karena kalau kita mau sukses program apa pun, didiklah ibu-ibunya. Pelaku UMKM itu lebih dari separuhnya perempuan dan UMKM ini menjadi motor penggerak utama ekonomi Indonesia. Hari ini khusus OJK datang ke sini untuk memberikan literasi kepada ibu-ibu,” kata Friderica dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (18/3/2023).

Friderica meminta masyarakat untuk mau memahami dan memanfaatkan produk-produk jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan ekonominya, termasuk untuk berinvestasi. Namun untuk berinvestasi, Friderica berpesan agar berhati-hati karena masih maraknya penawaran investasi ilegal yang menyasar kalangan awam, terutama ibu-ibu.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi XI DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan yang diselenggarakan OJK. Menurut dia upaya ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemahaman terkait produk jasa keuangan.

“Edukasi keuangan menjadi penting. Kalau kita tidak terampil dan waspada atau hati-hati, masa depan akan jeblok, UMKM akan hancur, ibu rumah tangga akan terlilit investasi dan pinjaman online yang berbahaya bagi kita,” kata Agun.

Ke depannya dia berharap seiring dengan mudahnya penawaran atau akses produk keuangan melalui gawai pribadi atau telepon genggam, edukasi keuangan dapat terus dilakukan. Tentunya agar masyarakat Indonesia khususnya di Jawa Barat semakin memahami dan bijak memanfaatkan produk keuangan yang aman dan benar.

Salah satu peserta edukasi Lela yang merupakan pelaku usaha mikro di Ciamis mengapresiasi kegiatan edukasi keuangan yang diselenggarakan OJK karena merasakan manfaat informasi yang disampaikan.

“Sangat hebat acaranya karena kami sebagai perempuan menjadi lebih mengerti mengenai manajemen keuangan. Kami juga jadi tahu fasilitas kredit perbankan untuk UMKM dan kami sebagai UMKM tidak terjerat rentenir dan pinjol. Mudah-mudahan UMKM akan terbuka tentang keuangan. Jadi tidak malu datang ke bank dan tidak akan terjerat jasa keuangan yang ilegal,” kata Lela.

Sri Indriani, pelaku UMKM dan peserta Lembaga Keuangan Mikro di Ciamis yang juga hadir di edukasi keuangan itu juga merasakan manfaat edukasi yang diberikan dalam mengembangkan usahanya.

“Kami jadi semakin berhati-hati dalam melakukan pinjaman-pinjaman online yang ditawarkan karena banyak dari teman-teman yang menjadi korban pinjol yang ilegal,” katanya.

Sebagai informasi dalam acara itu juga dilakukan penyerahan simbolis produk keuangan kepada penerima manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Mesra, Top Up Rekening Dana Investasi Pasar Modal, dan Program Mekaar.

Sementara materi dalam kegiatan edukasi keuangan yang disampaikan meliputi tata cara mengelola dan melakukan perencanaan keuangan, tips menggunakan produk keuangan seperti Kredit Usaha Rakyat, pembiayaan modal usaha, investasi dan perencanaan keuangan, materi waspada investasi, serta waspada pinjol ilegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*