‘Mati Suri’ Empat Hari Beruntun, Harga CPO Akhirnya Bangkit

Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). Badan Pusat Statistik BPS  mengumumkan neraca Perdagangan (Ekspor-impor) Pada bulan Februari, nilai ekspor mencapai US$ 12,53 miliar, atau turun 11,33% dari tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor minyak sawit sepanjang Januari-Februari 2019 hanya mencapai US$ 2,94 miliar, yang artinya turun 15,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau menguat di sesi awal perdagangan Kamis (27/4/2023).

Penguatan ini menjadi angin segar setelah harga CPO anjlok empat hari beruntun sejak perdagangan sebelum libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau naik 0,56% ke posisi MYR 3.590 per ton pada pukul 09:00 WIB.Meskipun menguat, harga CPO tengah tertekan akhir-akhir ini dan harganya sudah jatuh ke level 3.500-an setelah sebelumnya sempat menguat di level 3.900-an pada perdagangan awal April.

Pada perdagangan kemarin, Rabu (26/4/2023) harga CPO ditutup terkoreksi 1,79% ke posisi MYR 3.570 per ton.

Posisi ini juga merupakan level terendah dalam sebulan. Dalam sebulan, harga CPO sudah turun 5,08%, dan masih mengalami koreksi tajam 14,47% secara tahunan.

Menguatnya harga CPO pagi ini terjadi di tengah serangkaian sentimen negatif karena ekspor yang lemah dan minyak saingan membebani sentimen pasar.

Namun, sepertinya koreksi 4 hari beruntun sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri 144 4 H cukup dan menjadi momen yang pas untuk nanjak kembali. Terlebih, harga minyak nabati saingannya terpantau mengalami kenaikan.

Kontrak soyoil teraktif Dalian DBYcv1 naik 0,6%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 0,1%. Harga Soyoil di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,2%.

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global.

“Erosi harga dalam minyak nabati yang bersaing memicu pembukaan yang lebih rendah dan penjualan terputus-putus karena margin call,” kata Paramalingam Supramaniam, direktur broker Pelindung Bestari yang berbasis di Selangor dikutip dari Reuters.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Komisi Eropa menunjukkan pada Rabu (27/4/2023), impor lobak Uni Eropa pada musim 2022/23 yang dimulai pada Juli telah mencapai 6,47 juta ton pada 22 April, naik 50% dari 4,31 juta tahun sebelumnya.

Selain itu, impor kedelai Uni Eropa (UE) sejauh ini pada 2022/23 telah mencapai 10,06 juta ton, turun 13% dibandingkan dengan 11,50 juta tahun sebelumnya.

Impor kedelai pada periode yang sama mencapai 12,71 juta ton, 5% lebih rendah dari 13,35 juta tahun lalu.

Dari Indonesia, pejabat senior kementerian ekonomi Musdhalifah Machmud yang mewakili pemerintah berencana untuk menetapkan harga referensi minyak sawit mentah pada US$ 955,53 per ton untuk 1 hingga 15 Mei, naik dari US$ 932,69 dalam dua minggu terakhir bulan April.

Sementara data ekspor yang buruk juga turut membebani harga. Pungutan ekspor minyak sawit Indonesia dan bea keluar untuk periode 1-15 Mei juga diperkirakan akan menurun.

Perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia melaporkan, pengiriman selama periode 1-25 April turun 18,4% dari bulan sebelumnya sementara kargo surveyor Intertek Testing Services melaporkan penurunan 14%.

Saat ini pasar juga mengharapkan produsen utama Indonesia untuk mengembalikan kebijakan kewajiban pasar domestiknya yang mengharuskan persentase minyak sawitnya dijual di dalam negeri kembali ke kuota pra Ramadan.

Sementara itu, Dewan Minyak Sawit Malaysia mengatakan pada Selasa (25/4/2023) ekspor minyak kelapa sawit dan produk berbasis kelapa sawit Malaysia ke China diperkirakan akan meningkat tahun ini menyusul kerja sama yang lebih baik antara kedua negara.

Di sisi lain, tak bisa dipungkiri bahwa harga minyak ini masih memasang mode wait and see terkait pertemuan bank sentral paling powerfull di dunia pada 2-3 Mei mendatang.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), bank sentral Inggris (Bank of England/BoE), dan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) diperkirakan akan menaikkan suku bunga ketika mereka melakukan pertemuan berikutnya di pekan pertama Mei.

Menurut analis teknikal Wong Tao yang dikutip Reuters, pada perdagangan hari ini harga CPO mungkin berada di kisaran MYR 3.504 per ton, menyusul stabilisasinya di sekitar support MYR 3.614-3.662 per ton.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*