Ketua DPR Ungkap Optimisme Pajak dan Ekonomi RI

anggota Komisi XI DPR RI Said Abdullah

Hujan polemik secara beruntun menghantam Direktorat Jenderal Pajak, yang bermula dari asus Rafael Alun Trisambodo (RAT), hingga polemik transaksi Rp 300 triliun yang dimunculkan ke publik oleh Mahfud MD. Satu per satu persoalan bisa dijernihkan oleh Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, sekaligus bosnya Ditjen Pajak.

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah mengatakan masyarakat patut mengapresiasi Ditjen Pajak ketika menghadapi turbulensi, namun tidak mengganggu kinerja penerimaan pajak. Pada sua bulan pertama di tahun ini, penerimaan perpajakan tembus Rp 279,98 triliun atau tumbuh 40,35% (yoy). Pertumbuhan ini bahkan melampaui periode yang sama pada 2022, sebesar 36,50%.

Apalagi sejak 2021 dan 2022 Indonesia telah berhasil keluar dari ‘kutukan’ shortfall pajak, karena realisasi penerimaan pajak yang melampaui target. Penguatan kinerja penerimaan pajak juga didukung oleh tren pemulihan ekonomi yang kokoh.

Terlebih lagi, pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi kumulatif mencapai 5,31 persen, tertinggi sejak 2014. Said mengatakan implementasi Undang Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang diberlakukan sejak tahun 2021 juga membuahkan hasil.

“Harus kita akui, dukungan DPR dalam persetujuan atas UU HPP ikut mendorong penyempurnaan sistem perpajakan. Melalui beleid baru ini, Ditjen Pajak mendapatkan banyak dukungan, antara lain; perubahan tarif Pajak Penghasilan Perorangan untuk penghasilan diatas Rp 5 miliar, tarif pajak badan, yang semula 20% menjadi 22%. Kemudian tarif PPN dari 10% menjadi 11%, pengenaan pajak karbon, hingga dukungan asistensi penagihan pajak global,” jelas Said dalam siaran resmi, Jumat (17/3/2023).

Dukungan UU HPP pun, menurutnya, dapat dirasakan atas pertumbuhan penerimaan pajak. Terlihat peningkatan kinerja kumulatif pada sektor pajak penghasilan dan pertambahan nilai. PPh 21 (karyawan), PPh Orang Pribadi, PPh badan, PPh 26 dan PPh Dalam Negeri semuanya meningkat.

“Namun Ditjen Pajak perlu terus memonitor dan mewaspadai perlambatan kinerja perpajakan yang bersumber dari beberapa sektor, antara lain dari perdagangan, pertambangan, serta informasi dan komunikasi,” tegasnya.

Di tengah derasnya sorotan beberapa petugas pajak nakal, para pembayar pajak pun menurutnya harus diapresiasi. Pasalnya, sempat ada kekhawatiran sejumlah pihak yang melontarkan isu menolak membayar pajak. Namun, hingga Februari 2023 jumlah pelapor pajak baik dari orang pribadi maupun badan malah meningkat dibanding tahun lalu.

Laporan sementara jumlah SPT yang disampaikan hingga Februari 2023 untuk Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi mencapai 6,93 juta atau meningkat dari tahun lalu sebanyak 6 juta pelapor. Sementara pelapor SPT Wajib Pajak Badan mencapai 217,1 ribu, meningkat dibanding tahun 2022 yang berjumlah 184 ribu pelapor.

“Perkembangan ini tentu sangat menggembirakan, dan kita harapkan jumlah pelapor SPT hingga akhir Maret 2023 ini terus meningkat. Sangat terlihat, WP kita sudah sangat dewasa, memiliki kepatuhan yang kian baik,” ujar Said.

 Tetap Waspada

Di sisi lain, sejumlah indikator makro ekonomi Indonesia sejauh ini masih menunjukkan angka angka yang positif. Indeks Keyakinan Konsumen pada akhir Februari 2022 di level 122,4, dan Indeks Purchasing Manufacture Indonesia (PMI) di level 51,2 dan mengalami ekspansi lebih dari 18 bulan.

Hal ini mengindikasikan berlanjutnya optimisme masyarakat atas situasi ekonomi. Inflasi Indonesia pun dalam posisi moderat pada posisi 5,47% (yoy), meski sedikit naik dari Januari 2023 yang berada pada level 5,28%.

“Namun karena akan memasuki masa Ramadhan dan Lebaran 2023, seperti kebiasaan sebelumnya, kita perlu waspada atas inflasi pada sejumlah barang dan jasa, seperti; daging ayam ras, cabai,, angkutan darat. laut, udara, gula pasir, minyak goreng, dan emas perhiasan,” kata Said

Meski inflasi masih harus diwaspadai, momentum Ramadhan dan mudik jelang lebaran bisa menggerakkan sektor riil lebih besar, terutama ritel. Tingkat kunjungan wisatawan dalam negeri, yang kita harapkan tingkat hunian terhadap hotel dan kunjungan ke restoran juga meningkat.

“Kita juga harapkan momentum terhadap permintaan barang dan jasa terus meningkat sejalan dengan tahapan pelaksanaan pemilu 2024. Sektor periklanan, tekstil, jasa angkutan, termasuk hotel dan restoran tetap terjaga karena potensi mobilitas masyarakat yang kian meningkat,” pungkasnya.

Pada sektor keuangan sejumlah data menunjukkan kurs rupiah sedikit mengalami sedikit tekanan, meskipun secara umum stabil. Merujuk pada Jisdor, kurs rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 17 Maret 2023 di level Rp 15.364 dibandingkan 17 Februari 2023 yang berada pada posisi Rp 15.199. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stabil di posisi 6.565,7 per 17 Maret 2023.

Terbaru, Amerika Serikat diguncang gagalnya Silicon Valley Bank (SVB). Otoritas perbankan perlu terus melakukan monitoring perkembangan ke depan. Said mengatakan kesehatan perbankan Indonesia sangat baik, sehingga kecil kemungkinan kegagalan SVB merembet jauh ke dalam perbankan nasional.

Kemungkinan besar sentimen negatif terjadi pada saham saham bank digital, maupun saham saham perusahaan startup yang nangkring pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Saatnya menatap ke depan tetap optimis. Sejumlah agenda kerja masih menanti. Hendaknya akhiri polemik yang tidak produktif hanya menjual sensasi, tetap memelihara kepercayaan terhadap kawan kawan pemungut pajak, sebaliknya para pemungut pajak juga harus menunjukkan sikap dan gaya hidup yang memang layak untuk terus dipercaya,” tuturnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*