Emak-emak Ngeluh Daging & Telur Ayam Mahal, Harganya Berapa?

Harga daging ayam stabil jelang puasa. Harganya bervariasi mulai dari Rp 35.000 /ekor hingga Rp 47.000 /ekor. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Memasuki hari keempat setelah Lebaran, tepatnya pada hari Rabu (26/4/2023) harga dari komoditas daging ayam dan telur ayam meroket tinggi, alias harganya berada jauh di atas harga normalnya.

Berdasarkan hasil pantauan CNBC Indonesia di Pasar Jaya Enjo, Jakarta Timur, harga daging ayam di tingkat pedagang eceran untuk ukuran besar per ekornya dibanderol Rp 50.000, sedangkan untuk ukuran kecil berada di Rp 35.000 per ekor.

Pariyem, salah seorang pedagang daging ayam mengungkapkan bahwa naiknya harga daging ayam di pasaran sudah terjadi sejak 3 hari menjelang hari raya Lebaran, dan hingga hari in masih belum mengalami penurunan.

“Dari Lebaran kurang 3 hari (H-3 Lebaran) sudah naik, biasanya Rp 23.000 per kg, ini langsung Rp 28.000 per kg (harga beli di pasar induk), sampai hari ini naiknya, belum ada turun lagi. Hari Rabu mulai naiknya,” ujar Pariyem saat ditemui di lokasi.

“Kalau ibu jual per ekor, yang kecil biasanya harga Rp 25.000 jadi Rp 35.000 per ekor, naiknya Rp 10.000. Biasanya juga kan yang besar Rp 40.000 sekarang bisa sampai Rp 50.000. Ya mau gak mau, dari pada gak ada barangnya,” lanjut dia.

Di tengah harga beli di tingkat pedagang yang sudah tinggi, ternyata penjualan di tingkat konsumen juga tak menunjukan hal yang baik. “Pembeliannya itu dari pedagang, kalau perorangan ya semampunya,” tuturnya.

“Sekarang ini masih Rp 28.000 per kg dari sananya, kalau besok mungkin sudah mulai bisa turun Rp 1000. Harga sekarang ini masih belum standar. Ntar kalau anak sekolah sudah mulai masuk, baru dia kemungkinan bisa turun, minggu depan sekitar tanggal 2 Mei lah. Kemungkinan bisa turun, atau bisa juga standar. Turunnya dikit, paling turun Rp 1.000, ntar kalau lagi gak ada barangnya langsung naik tinggi,” imbuh Pariyem.

Tak hanya daging ayam yang mengalami lonjakan harga, harga telur ayam di pasaran juga mengalami kenaikan. Harga telur ayam di Pasar Enjo dibanderol Rp 29.000 per kg.

Wera, seorang pedagang telur ayam menyebut kenaikan harga telur ayam sudah terjadi sejak 3 hari menjelang Lebaran, hingga kini harga telur ayam belum menunjukkan tanda-tanda akan mengalami penurunan.

“Harga telur hari ini Rp 29.000 per kg. Dari 3 hari sebelum lebaran ini telur mulai naik lagi ke Rp 29.000 per kg, belum ada turun-turun lagi. Dari sebelum puasa kan sempet naik sampai Rp 31.000 per kg, tapi sudah turun lagi pas bulan puasa, ini mulai naik lagi pas 3 hari sebelum lebaran,” jelas Wera.

Hal senada juga disampaikan Adi, pedagang telur ayam lainnya di Pasar Enjo. Dia memprediksi harga telur ayam akan mengalami peningkatan hingga Rp 30.000 per kg. Adapun kenaikan tersebut diprediksi akan terjadi besok, Kamis (27/4/2023).

“Hari ini sekilo Rp 29.000. Besok kemungkinan juga bakal naik, besok kemungkinan naik ke Rp 30.000 per kg,” ucap Adi.

Adapun kenaikan dari harga telur ayam tersebut, kata Adi, karena stok yang lagi kurang, ditambah biaya transportasi yang mengalami kenaikan dua kali lipat akibat Lebaran.

“Biasanya sih naik sampai arus balik mudik selesai. Kalau sudah normal, biasanya harga sudah balik normal juga. Naik ke Rp 30.000 itu sudah tinggi,” lanjutnya.

Sementara itu, para pembeli pun mengeluhkan hal yang sama seperti halnya para pedagang. Misalnya Yuni, dia mengeluh harga komoditas setelah Lebaran semuanya mengalami kenaikan.

“Harga setelah lebaran semuanya pada naik, sayuran, telur, beras, semuanya pada naik. Tomat saja jadi Rp 20.000 biasanya paling saya beli cuma Rp 10.000. Jauh banget naiknya, dua kali lipat,” ujar Yuni.

Yanti, pembeli lainnya juga mengatakan hal senada, “Sudah pasti naik semua, gak ada yang turun-turun. Sama saja kayak harga Lebaran. Tapi ya tetap beli namanya juga kebutuhan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*