Detik-detik Pertandingan Tarkam di Sumsel Ricuh, Pemain Dilempari Emak-emak Pakai Botol Air

Viral pemain Sepak bola antarkampung (Tarkam) dan penonton terlibat baku hantam.

Kericuhan pemain dan penonton ini terjadi di di Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel).

Terlihat pemain sepak bola dan penonton saling kejar dan baku hantam.

Akibat kejadian ini, pemain dari kesebelasan asal Kelurahan Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas, dilarikan ke RSUD Rupit.

“Saya dari semalam mengurus itu, karena dua pemain itu warga kami dari Muara Kulam,” kata Camat Ulu Rawas, Muhammad Darmawan, dihubungi Selasa (6/2/2024).

Dia mengungkapkan, dua pemain asal Muara Kulam yang dirawat di RSUD Rupit, satu di antaranya sudah pulang.

“Satu sudah pulang dan satu lagi masih dirawat, tapi sudah mulai membaik,” katanya.

Belum diketahui secara pasti duduk perkara dari insiden tersebut, namun kericuhan yang terjadi disebut-sebut antara pemain dengan penonton.

Darmawan menyesalkan insiden itu yang seharusnya menjadi ajang mempererat silaturahmi dan persaudaraan.

“Kita tentu sangat menyesalkan itu terjadi, setelah mengurus di rumah sakit, kami akan menemui pihak keluarga korban,” ujarnya.

Informasi dihimpun TribunSumsel.com, turnamen Tarkam itu digelar di lapangan Desa Lubuk Rumbai Baru (Lupis).

Insiden itu terjadi kemarin, Senin (5/2/2024), sekira pukul 15.00 WIB, saat tim kesebelasan asal Muara Kulam adu laga dengan tuan rumah.

“Kejadian itu waktu pertandingan antara Persema FC dari Muara Kulam dengan Forsil FC tuan rumah,” ujar informan.

Laga tersebut semula berjalan normal, lalu sekira 10 menit pertandingan berlangsung ada tendangan ke arah gawang.

Namun tendangan dari kaki pemain asal Muara Kulam meleset sehingga mengenai penonton.

Situasi mendadak ricuh setelah seorang penonton lepas kendali masuk lapangan mengejar dan menghajar pemain dari tim Muara Kulam.

Kerusuhan semakin meluas, setelah hampir seluruh pemain ikut terlibat dalam perkelahian masal dengan warga yang menonton.

Aksi kejar-kejaran, saling pukul dan saling tendang mewarnai insiden tersebut.

Pertandingan tidak dilanjutkan, sementara dua orang pemain asal Muara Kulam dilarikan ke RSUD Rupit diduga terkena pukulan.

Sementara itu, pihak penyelenggara dari turnamen tersebut hingga berita ini ditulis belum bisa dimintai keterangan.

TribunSumsel.com sudah berupaya menghubungi dan mengkonfirmasi pihak-pihak terkait, namun belum berhasil.

Komite Wasit Sepak Bola Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) buka suara menanggapi kericuhan tarkam tersebut.

Ketua Komite Wasit, Karno Susanto mengatakan pihaknya sangat menyayangkan insiden tersebut bisa terjadi karena sama sekali tidak mencerminkan sportifitas olahraga.

“Saya selaku komite wasit Muratara menyayangkan atas insiden tersebut, itu di luar koridor dan peraturan permainan sepak bola,” katanya dihubungi TribunSumsel.com dari Muara Rupit, Rabu (7/2/2024).

Dia mempertanyakan terkait kesiapan pihak panitia baik dari sisi keamanan, maupun komitmen penyelenggaraan terutama untuk penonton yang menyaksikan selama pertandingan.

“Kesiapannya seperti apa, keamanannya bagaimana, komitmen dari panitianya terhadap penonton seperti apa, itu yang kami pertanyakan,” ujarnya.

Kata Karno, pihaknya dari Komite Wasit Sepak Bola Muratara sama sekali tidak dilibatkan dalam penyelenggaraan turnamen Tarkam tersebut.

Bila penyelenggara melibatkan mereka, katanya, tentunya turnamen itu akan diselenggarakan sesuai standar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Kami para wasit yang sudah berlisensi ini setiap terlibat dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola tentu mengikuti standar PSSI,” katanya.

Dia berharap insiden seperti itu tidak terulang lagi, dan kejadian yang viral tersebut bisa dijadikan pelajaran untuk semua pihak agar sepak bola Muratara ke depan makin baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*