AS Hengkang, China Merapat di Proyek Kebanggaan Jokowi

Presdien Joko Widodo (Jokowi) Saat Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara Menjadi Dimetil Eter, Kab. Muara Enim, Senin (24/1/222). (Foto: BPMI Setpres)

– Proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) terus berlanjut pasca Air Products and Chemicals Inc, perusahaan petrokimia asal Amerika Serikat (AS) resmi menyatakan mundur dari proyek ini. Namun sekarang proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini mulai dilirik China.

Plh Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Idris Sihite mengatakan, sudah ada perusahaan asal China yang melakukan presentasi untuk melanjutkan proyek DME ini, khususnya proyek DME bersama dengan PT Kaltim Prima Coal.

Perusahaan asal China yang dimaksud bernama Sedin Engineering Company Ltd, atau perusahaan yang bergerak di sektor konstruksi dan petrokimia.

“Presentasi dengan beberapa perusahaan (bukan hanya KPC). Ini bukan kita yang mengundang ya, mereka paparan dalam perusahaan itu yang saya tau, silahkan saja mereka B to B,” ungkap Idris Sihite saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Sabtu (18/3/2023).

Idris Sihite menegaskan, selain Air Products banyak perusahaan lain yang juga bisa mengembangkan hilirisasi batu bara menjadi DME. Hanya saja, sejauh ini wawasan Indonesia belum terlalu luas.

“Tidak hanya Air Products yang bisa DME, kita juga ada beberapa yang mampu. China mampu,” tandas Idris Sihite.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan merespons Air Products dari proyek hilirisasi batu bara itu.

Luhut bilang, saat ini pemerintah tengah melakukan pembahasan penting mengenai kelanjutan program hilirisasi batu bara RI.

“Saya rasa masih harus ada beberapa (pembahasan) teknis yang harus diselesaikan. Kita lihat lagi nanti (terkait penggantinya),” ujar Luhut ditemui di Jakarta, Selasa (14/3/2023).

Seperti diketahui, Air Products memutuskan hengkang dari konsorsium proyek hilirisasi batu bara menjadi DME bersama dengan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan juga PT Pertamina (Persero). Sejatinya, proyek pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) ini akan dibangun di Sumatera Selatan.

Tak hanya itu, Air Products juga memutuskan untuk hengkang dari proyek DME yang bekerjasama dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*